Selain Covid-19, hantavirus juga turut mengguncang dunia. Tepatnya pada 23 Maret 2020, seorang pria dari China dikabarkan meninggal karena serangan virus ini. Tentu saja ini menambah kepanikan dunia di tengah merebaknya kasus Covid-19 yang tak kunjung selesai. Namun, virus yang dibawa oleh tikus dan menginfeksi manusia melalui air liur dan kotorannya ini tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Untuk informasi lebih lanjut, perhatikan penyebab, gejala, dan pengobatan hantavirus berikut ini.

Cara Penyebaran Hantavirus

Seperti disebutkan di atas, virus ini dapat menyebar dan menginfeksi manusia dengan cara kontak langsung dengan urine, feses, atau air liur dari tikus yang membawa hantavirus. Meski tergolong langka, namun akibat dari infeksi ini cukup berbahaya dan berpotensi tinggi menyebabkan kematian. Bahkan, tingkat kematian yang diakibatkan hantavirus dapat mencapai 38%.

Penyebab Hantavirus

1. Menyentuh air liur, urine, dan feses tikus yang terinfeksi

Sangat sulit untuk mengidentifikasi apakah tikus di sebuah daerah membawa hantavirus atau tidak. Selain itu, sangat sulit pula untuk mengetahui apakah benda-benda di sekitar sudah terkena air liur atau kotoran tikus yang terkena hantavirus atau tidak. Biasanya penderita yang terkena hantavirus secara tidak sengaja menyentuh kotoran atau benda yang sudah terkena kotoran tersebut.

2. Menghirup udara yang mengandung hantavirus

Selain melakukan kontak fisik dengan kotoran dan air liur, seseorang bisa terkena hantavirus dengan cara menghirup partikel-partikel udara yang telah terkontaminasi oleh hantavirus. Hal ini lebih sulit lagi untuk dihindari daripada kontak fisik. Cara yang terbaik untuk menghindari hal ini adalah menggunakan masker ketika melewati tempat yang dicurigai sebagai sarang tikus.

Gejala Hantavirus

Secara umum, gejala yang akan dialami oleh seseorang yang terinfeksi hantavirus adalah rasa mengalami kelelahan meskipun tidak banyak melakukan aktivitas fisik. Selain itu, penderita juga akan merasakan rasa nyeri pada beberapa bagian tubuh seperti bahu, paha, dan pinggul. Akan tetapi, jika tidak segera melakukan penanganan medis, akan muncul gejala yang lebih berat, yakni sesak napas dan pecahnya pembuluh darah yang berada di sekitar paru-paru. Hal ini berpotensi menyebabkan penderitanya kehilangan nyawa.

Pengobatan Hantavirus

Ketika mengalami gejala awal tersebut, cepat-cepatlah untuk berkonsultasi ke dokter, apalagi jika sebelumnya melakukan kegiatan yang berpotensi terkena virus tersebut seperti berjalan di gang sempit, memakan makanan yang terbuka cukup lama, atau digigit oleh tikus. Dokter akan memeriksa secara menyeluruh dan melakukan diagnosis. Jika terbukti positif, pasien akan mendapat penanganan lebih lanjut agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Itulah tadi beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang terinfeksi hantavirus. Semua itu bisa dicegah dengan rajin melakukan pola hidup bersih dan sehat. Selalu bersihkan tempat-tempat yang sempit, tutup makanan ketika ditinggal pergi, dan disiplin mencuci tangan setelah menyentuh benda-benda asing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here